Kalo bicara mengenai kenaikan harga BBM, udah pasti ada yang pro ada yang kontra…dan itu bisa dimaklumi karna tiap orang punya sudut pandang dan punya kepentingan sendiri…jadi wajar aja kalo beda…iya nggak??
Saat harga minyak dunia hampir mendekati angka 100 dollar per barel, banyak kalangan yang mulai bersuara agar pemerintah menaiikan harga BBM agar beban tanggungan subsidi negara terhadap BBM berkurang. Dan setelah agak lama, harga minyak dunia udah lebih dari 120 dollar per barel akhirnya pemerintah membuat keputusan terakhir yang cukup berat dengan menaiikan BBM pada 23 Mei kemarin. Alasannya naiknya harga minyak dunia tersebut terpaut jauh dari APBN 2008 yang mengasumsikan 60 dolar per barel dan dirubah menjadi 95 dolar per barel. menurut itung-itungan pemerintah subsidi untuk BBM ini bisa sekitar 250T (jika aku ga salah sih..), sungguh suatu hal yang luar biasa, dimana uang sebanyak itu juga dinikmati orang2 menengah ke atas (yang punya motor) dan yang kaya (yang punya mobil pribadi)..sedangkan orang2 miskin cuma menikmati untuk minyak tanah… Sebelum diputuskan kenaikan harga BBM Presiden SBY bahkan menyerukan kepada semua pihak serta seluruh elemen masyarakat agar melakukan penghematan..karena apa? karena kita ini termasuk bangsa yang boros.. ga jauh2..coba lihat di sekitar kita, betapa sering membiarkan tv nyala saat ga ada yang nonton, pergi ke tempat dekat aja pake kendaraan bermotor, lampu kadang menyala di siang hari, komputer masih nyala meski ga dipake bekerja, belum lagi penggunaan AC yang berlebihan..boros ngga tuh? dan semuanya tetep bersumber pada yang namanya BBM alias Bahan Bakar Muinyaak… dan ternyata kenaikan BBM ini bukan hanya kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia, tapi negara lain juga begitu…contoh malah baru2 ini Malaysia juga menaikkan harga BBM sebesar 40%,… lebih tinggi dari persentase kenaikan Indonesia yang sekitar 24%an…
Emang sih, kebijakan ini tidak populis dan terpaksa harus dilakukan untuk menyelamatkan anggaran negara yang tidak akan kuat lagi menyangga subsidi BBM, malah ada yang memprediksikan kalo awal tahun depan negara akan bangkrut..mungkin krisis ekonomi pada tahun 1997-98 akan terulang lagi…kalo udah gitu pasti akan dibarengi dengan krisis sosial dan krisis yang lain.. lha kalo uda gitu apa ga ngeri tuh…banyak kerusuhan, jalan2 tidak aman, harga-harga pada muahal ga karuan, sembako langka..dan seabrek masalah sosial lainnya..
Begitu BBM diumumkan naik, gelombang protes yang sebelumnya uda terdengar mulai lebih ramai lagi… para mahasiswa demo bahkan ada yang anarkhis, yang malah menimbulkan permasalahan baru. Para kritikus mulai mengkritik dan menyatakan menolak kebijakan pemerintah tersebut tanpa memberikan solusi yang konkret tentang cara mengatasi permasalahan ekonomi bangsa ini jika BBM tidak dinaikkan…kenapa begini?mungkin beberapa diantara mereka belum sempat ketemu dengan pemerintah untuk mengutarakan idenya mengatasi himpitan akibat kenaikan harga minyak dunia tersebut, dan ada juga diantara mereka yang mengkritik cuma karena alasan politis…lha yang ini yang tidak bener…kapan bangsa ini maju jika cuma memikirkan gimana caranya agar lawan politiknya bisa gagal.. kalo punya ide konkret ya duduk bersama donk,diskusi…jangan cuma komentar doank…jadi tanpa diundang dan diminta, sebagai warga negara yang nasionalis, kalo punya solusi dari permasalahan ini ya bicara doong, utarakan ke pemerintah…aku yakin pemerintah pasti mendengar…
terus terang saya secara pribadi juga ga ingin BBM naik karna uda pasti harga2 juga naik, tapi kalo benar alasan pemerintah begitu ya kita harus menerima, saya sebagai orang awam menerima karna ga bisa mbantu apa2..jadi ya lebih baik ga komentar macam2..ngomong apa adanya aja,, Tapi aku dan instansiku juga ikut merasakan kesulitan ekonomi Pemerintah, sampai sekarang APBN untuk sektor kesehatan belum ada, padahal pembangunan di bidang kesehatan itu penting.. tapi untung alokasi untuk pengobatan masyarakat miskin dalam Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang dulunya Askeskin masih ada..
Lha yang saya heran ini mahasiswa, bukan mahasiswa keseluruhan siih..tapi mahasiswa yang demonya ga aturan itu lho….ngakunya mewakili aspirasi masyarakat tapi malah nyusahin masyarakat, kayak nutup jalan, mbakar ban di jalan, merusak..lha kan malah membuat masyarakat ga respek terhadap mereka. pernah saya lihat salah satu mahsiswa diwawancarai di RCTI mengenai kenapa dia demonya dg cara2 seperti itu, jawabannya malah ga mengena, katanya jika SBY-JK tetap menaikkan harga BBM mereka akan tetap melakukan seperti itu..lha kok malah ga simpatik gitu, dan yang lebih lucu lagi saat ada acara dialog di metro tv dengan pembicara dari komnas HAM,Mabes Polri dan Jubir pesiden serta diikuti oleh mahasiswa2 dari 4 PT yakni UI, Unas, UKI dan Unitomo serta elemen masyarakat…dialognya menarik, Meuthia Hafidz pertanyaannya sangat tajam, emang pintar dia ini mengolah situasi, padahal waktunya juga cuma kurang dari sejam.. yang malah lucu di tengah2 acara mahasiswa2 dari Unas dan UKI minus 1 mhasiswi pada walk out, mungkin karena ngambek ato apa, tapi yang jelas model mahasiswa gini tidak perlu dijadikan teladan karena susah untuk diajak berdialog membahas persoalan bangsa, mereka maunya suaranya didengar, dipenuhi tanpa enggan mendengar suara dari pihak lain..emang dunia ini cuma milik mereka apa?? harusnya mereka secara arif dan bijaksana terus ikuti acara tersebut..toh mereka kan tamu, bukan tuan rumah yang seenaknya sendiri.. kalopun ada yang ga sreg yaaa dibicarain baik2, diselesaikan dengan cara yang elegan intelektual…kan mahasiswa itu tempatnya intelektual..lha kalo gini Apa kata Dunia??? tapi saya salut dengan mahasiswa UI dan Unitomo karna mereka lebih bisa berpikir jernih dengan tetap mengikuti acara tersebut sampai selesai. Bukti bahwa mereka lebih mengedepankan intelektualitas..bener ngga? terlebih UI, sebagai Universitas yang bisa dibilang favorit, kita yakin bahwa mereka lebih elegan dalam menyuarakan aspirasinya, jadi sukses di perkuliahan dan intelek di luar…gitu donk mahasiswa harusnya…jangan gampang emosian, lha kalo gampang emosi, mudah dipancing untuk berbuat anarkis…lha apa bedanya dengan preman di pasar??cuma pake almameter doank bedanya…jangan mau dikatain begitu.
Saya juga alumni mahasiswa Unair Surabaya, saya juga pernah merasakan gimana berdemo, melakukan aksi dan semacamnya, tapi ga pernah kami sampai anarkis, jangankan bentrok dengan aparat, menutup jalan untuk demo aja kami tidak pernah………prinsipnya suara dan sikap kami udah tersampaikan dengan baik tanpa harus merugikan orang lain..
Tulisan ini murni pendapat orang awam dan mungkin sebagian masyarakat juga berpandangan begitu..namanya orang berpendapat kan boleh aja tho..kan kebebasan berpendapat di negara kita ini masih berlaku, hehehe.. jadi mohon maaf kalo ada yang tersinggung dan semoga jadi bahan introspeksi bagi kita semua karena sebagai manusia tentu kita punya kekurangan-kekurangan yang kadang kita tidak sadari..
terima kasih