JANGAN remehkan kebiasaan mendengkur. Terlebih jika sering terbangun malam karena napas terhenti mendadak. Kondisi tersebut sudah bukan lagi mendengkur biasa, tetapi obstructive sleep apnea (OSA).
Menurut dr Antonius HW SpTHT, OSA merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan tersumbatnya saluran napas. Sumbatan itu bisa terjadi akibat penutupan saluran napas oleh pembesaran jaringan lunak -seperti tonsil-selama tidur. Bisa juga karena lidah atau otot-otot saluran pernapasan atas mengalami relaksasi berlebih.
Lebih lanjut, penutupan jalan napas akan menghalangi udara masuk ke paru-paru sehingga napas pun terhenti. Akibatnya, tubuh yang berusaha mendapatkan suplai udara akan membuat si pengidap bangun secara mendadak dengan keadaan terengah-engah. “Kondisi ini berlangsung dan berulang sepanjang malam. Namun, biasanya tidak disadari,” ujar spesialis telinga hidung dan tenggorok RS Adi Husada Undaan Surabaya tersebut.
Lantaran kualitas tidur kurang, orang-orang dengan OSA tak jarang merasa sangat mengantuk saat pagi. Kepala kerap terasa sakit, merasa depresi, susah berkonsentrasi hingga mengalami disfungsi seksual. Celakanya, penyumbatan yang menurunkan kadar oksigen dalam darah itu bisa menyulut masalah kesehatan serius. Mulai peningkatan risiko serangan jantung, stroke, hingga darah tinggi.
Bentuk perawatan OSA bisa dengan jalan pembedahan, penggunaan alat bantu oral, atau pengubahan posisi tidur. Jalan terakhir itulah yang paling mudah dan murah. Selama tidur, posisi tubuh dimiringkan untuk menghindari sumbatan. “Kalau kesulitan mempertahankan posisi ini bisa dengan menjahitkan bola tenis di bagian kerah baju bagian tengkuk. Dengan begitu, tubuh akan miring terus dan tidak akan ngorok,” tandasnya. (idikutip dari www.jawapos.com/3jan2008)